Rekomendasi Dan Pandangan Muhammadiyah Terkait Vaksin Covid

Namun kini kita bisa memiliki rangkaian genetika di laboratorium dalam 14 hari,” ujar Shattock. Diharapkan vaksin ini bisa jadi senjata ketika wabah virus kembali menyebar. Inggris tak ketinggalan mengembangkan vaksin dari virus yang mewabah sejak akhir Desember 2019 lalu.

Walaupun telah dilakukan vaksinasi diharapkan kepada masyarakat untuk tetap ketat dalam penegakan 3M dan 3T . Saya rasa Muhammadiyah bisa membantu mensosialiasikan perubahan perilaku ini secara luas kepada masyarakat,” imbuh Budi. “Kami harap vaksin ini dapat mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia ke titik mendekati regular. Kami sungguh menantikan pendistribusian vaksin Covid-19,” tambah Ridwan. Sambil menunggu pelaksanaan vaksinasi yang diperkirakan butuh waktu setahun itu, masyarakat diimbau untuk tetap melaksanakan 3M (menjaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan saat atau setelah beraktivitas.

Vaksin dapat menangani Covid

Kedua, saat Anda mengetahui seseorang positif Covid-19, lakukan pelacakan kontak. DikutipPikiran-Rakyat.com dari The Guardian, Profesor David Nabarro dari Imperial College menyebut vaksin belum tentu bisa melindungi kita dari COVID-19. Oleh karena itu, ketika merawat pasien COVID-19 dokter tidak menanganinya dengan cara yang sama dengan penyakit influenza. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, vaksin untuk flu sudah tersedia, tetapi tidak untuk COVID-19.

Oleh karena itu, kita perlu untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker, terutama saat bepergian atau menggunakan fasilitas umum. Selain itu, kita juga perlu melakukan upaya lain, seperti konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, berolahraga secara teratur, lalu jika perlu kita juga dapat mengkonsumsi suplemen kesehatan. “Ini adalah inisiatif yang didukung oleh organisasi seperti GAVI dan Global Fund. Tidak banyak orang yang pernah mendengarnya, tetapi mereka telah menghabiskan dua dekade menjadi ahli dalam tugas membiayai vaksin, obat-obatan, dan diagnostik,” kata Gates. “Negara-negara ini adalah rumah bagi hampir setengah dari jumlah manusia, dan mereka tidak memiliki daya beli untuk membuat kesepakatan besar dengan perusahaan farmasi.

Awal Januari, Bio Farma akan menyampaikan laporan sementara yang berisi bukti efikasi, imunogenisitas, dan keamanan vaksin tersebut kepada BPOM untuk membantu memastikan otorisasi penggunaan. Selain itu, pemerintah juga akan memastikan tersedianya fasilitas rantai dingin untuk menjaga stabilitas vaksin dan telah mempersiapkan petugas kesehatan sebagai tenaga vaksinator. Masyarakat Indonesia akan menerima vaksin yang aman dan efektif, sesuai dengan komitmen BPOM dan pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *