Three Cara Membangun Niat Menjadi Pengusaha Muda Yang Sukses

Written by Downtown on July 7, 2020 in Efek vaksinasi covid with no comments.

Kini, tidak sedikit anak-anak muda berusia di bawah 25 tahun yang sukses menjalankan bisnis. TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Menjadi sukses pasti memiliki rintangan tersendiri, termasuk ketika mencari cara menjadi pengusaha muda. Juliette juga mengatakan, bahwa melihat peluang bisnis merupakan salah satu ideas sukses dalam berbisnis. Sebab bisnis merupakan suatu kegiatan berdagang dengan tujuan untuk menarik banyak laba dari para konsumen. Alhasil saat ini, mulai banyak anak muda yang memilih untuk membuka bisnis. Meski begitu, banyak juga beberapa pebisnis pemula yang memilih berhenti di tengah jalan karena merasa keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan pengeluaran untuk modal produk bisnis mereka.

Entrepreneur Camp merupakan portal para pebisnis untuk mempelajari bagaimana cara mengembangkan bisnis, berbagi ide berbisnis, dan menggunakan produk/layanan demi meningkatkan penjualan. Namun, saat Anda masih muda, kondisi kesehatan Anda masih baik-baik saja. Tubuh Anda sehat dan bugar, sehingga masih punya energi yang lebih untuk melakukan berbagai kegiatan bisnis dengan baik.

Jika memang ingin sukses dengan bisnis Anda, maka lakukan hal hal yang memberikan dampak besar secara positif pada kemajuan bisnis. Lupakan sementara segala hal yang hanya berhubungan dengan kebaikan diri Anda. Jika bisnis sudah maju, maka Anda dapat memperbaiki diri dengan sendirinya. Modal merupakan hal utama yang diperlukan untuk membangun bisnis sendiri.

Sebagai pengusaha, tentu kamu mempunyai hak untuk mengambil keputusan atas usaha yang kamu bangun. Kamu punya hak penuh untuk memutuskan mana yang baik dan mana yang tidak untuk usahamu.Tanggung jawab itulah yang justru akan menjadi beban untuk diri kamu jika jiwa kepemimpinan kamu rendah. Kamu akan ngotot dengan pemikiran kamu sebagai atasan tanpa mau mendengarkan masukan membangun dari bawahan kamu.

Dalam bekerja, berbisnis, berteman, berkeluarga, berkomunitas, membantu orang lain, atau bahkan mendengarkan, kerahkanlah seluruh kemampuan yang ada dalam dirimu secara maksimal. Tidak pernah ada kata sukses untuk orang yang bekerja dengan setengah-setengah. Ternyata, masyarakat Indonesia terbilang sederhana dalam mengartikan kesuksesan. Penduduk Indonesia juga mengungkapkan optimisme yang besar untuk bisa meraih kesuksesan dalam waktu satu tahun, lebih tinggi daripada negara tetangga seperti India, Singapura, dan Australia. Kamu sedang duduk di rumah dengan tenang, segelas minuman hangat di tangan.

Cara menjadi pengusaha muda

Saat target difokuskan pada hal-hal yang berwujud dan material, tujuan tersebut berisiko dapat ditawar atau turun nilainya saat tekanan menjadi terlalu tinggi. Mobil atau rumah baru tidak akan memuaskan keinginan ini, hanya kesuksesan akhir yang dapat membuat puas. Setelah semua aspek telah dimulai dan berjalan lancar, jangan lupa untuk mencari komunitas wirausahawan sejenis. Komunitas ini akan membuat kita terus belajar dengan rekan-rekan dalam mengembangkan ide dan pengetahuan baru dalam berwirausaha. Tak jarang pula, dari komunitas ini muncul pangsa pasar baru untuk semakin memperluas jangkauan pemasaran usaha kita.

Anda juga bisa memanfaatkan suatu komunitas yang memiliki hobi yang sama dengan Anda, untuk mempromosikan usaha/bisnis tersebut. Mari kita hadapi itu, Anda tidak bisa menjadi segalanya bagi semua orang. Setiap diri kita memiliki kekuatan dan kelemahan kita sendiri.

Ditambah, kamu bingung, harus dimulai dari mana bisnis yang akan dijalani. Selain itu, risiko dan perencanaan yang terlalu lama seringkali menjadi penghambat seseorang untuk maju dan menjalankan usahanya. Selain semangat, pertimbangan yang jitu dan keberanian dalam bertindak merupakan kunci sukses dalam berbisnis. Cita-cita yang umum disebutkan, yakni menjadi dokter, guru, polisi, atau insinyur.

Tentu saja, kesuksesan yang diraih Ferry untuk Traveloka telah melewati banyak rintangan. Ferry harus merasakan sakitnya ditolak perusahaan maskapai, jumlah karyawan hanya delapan orang, hingga mengambil keputusan yang terbilang rumit. Berangkat dari kemudahan mendapatkan pendidikan itulah Kartini mulai berpikir untuk membuka bisnis. Ia membangun kantor pengacara dan konsultan usai menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Selain itu, Kartini juga mengelola bisnis keluarganya yang bernama Tempo Scan Group. Ia pergi ke Pulau Jawa untuk belajar di Institut Teknologi Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *