Vaksinasi Lansia Harus Berhasil, Dilakukan ‘jemput Bola’

Adapun contoh organisasi dan institusi yang dapat menyelenggarakan vaksinasi, misalnya, organisasi untuk para pensiunan ASN, Pepabri, atau Veteran Republik Indonesia. Sementara untuk pilihan kedua adalah mekanisme melalui vaksinasi massal yang dapat diselenggarakan oleh organisasi atau institusi yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan. Dikutip dari laman Covid19.go.id, saat ini 7 juta vaksin sudah siap untuk didistribusikan dan akan segera sampai di 34 provinsi. Di Jawa dan Bali mendapatkan kurang lebih 70% dari proporsi vaksin yang ada saat ini. Vaksinasi untuk lansia akan dimulai di ibu kota provinsi untuk seluruh provinsi di Indonesia, dengan prioritas awal di Jawa dan Bali. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga memperbarui kondisi orang yang tidak bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Kebijakan ini dikemukakan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Namun, jika selama waktu observasi tidak ada keluhan maka mereka diizinkan pulang. Sertifikat bukti vaksinasi akan dikirimkan tautan melalui pesan singkat. Pusat vaksinasi pertama akan beroperasi di Bali mulai 27 Februari – 5 Maret 2021 untuk gelombang pertama. Kemudian untuk gelombang kedua pada thirteen – 19 Maret 2021 yang berlokasi di Bali Nusa dua Convention Center. Program ini juga gratis dan diharapkan dapat mengakselerasi kekebalan komunitas dan memulihkan sektor pariwisata di Pulau Bali.

Vaksinasi COVID-19 sangat penting bagi lansia karena kelompok usia lanjut lebih rentan terhadap infeksi virus Corona. Adanya penyakit penyerta dan kondisi fisik yang mulai melemah membuat lansia lebih sulit untuk melawan infeksi, termasuk COVID-19. Itulah sebabnya, lansia menjadi prioritas untuk menerima vaksin ini. Menurut Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pemberian vaksin COVID-19 untuk lansia akan dilaksanakan setelah vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sudah masuk pada Tahap 2 dengan target kelompok Lanjut Usia dan Pekerja Publik. Vaksinasi untuk target kelompok ini akan dimulai di Jakarta dan ibu kota provinsi untuk seluruh provinsi di Indonesia.

Seorang lansia baru dianggap memenuhi syarat vaksin Covid-19 apabila terdeteksi mampu menaiki 10 anak tangga tanpa kesulitan. Apabila lansia tersebut mengaku terengah-engah ketika menaiki anak tangga, ia bisa dianggap memiliki satu kerentaan. Ia turut menyinggung pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut bahwa vaksinasi di Indonesia bisa rampung kurang dari setahun. Menurutnya pernyataan tersebut terlalu berani dan terlalu optimistis. Padahal saat ini Indonesia masih bergantung dari produsen dari luar negeri terkait ketersediaan vaksin. Windu memprediksi vaksinasi di Indonesia bisa rampung paling cepat dalam waktu 1,5 – three tahun.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengajak para lansia di kawasan RW 08 menjalani suntikan vaksin yang disediakan di gedung sekolah SD Fatahillah. Melakukan studi klinis setelah persetujuan guna memastikan efektivitas vaksin dalam pencegahan infeksi virus corona. Hasil uji klinis tersebut juga melaporkan tidak adanya efek samping serius pada penggunaan vaksin Sinovac untuk lansia. “Peserta harus menggunakan masker saat menunggu hingga proses vaksinasi selesai dilakukan. Kami juga memastikan bahwa tidak akan ada kerumunan dan memastikan vaksinator sudah mendapatkan pelatihan,” kata Nadia.

Vaksinasi bagi Lansia

Oleh karena itu, lansia perlu menjadi prioritas penerima vaksin virus corona. “Meskipun nanti sudah di vaksinasi kita tetap harus melaksanakan program kesehatan 3M, meskipun kita telah divaksinasi. Karena kemungkinan kita untuk terpapar virus akan tetap ada namun kemungkinan untuk penderita gejala parah akan semakin kecil,” kata Nadia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *