Vaksin Astrazeneca Dipastikan Enggak Ada Unsur Babi Lho

Written by Downtown on July 24, 2020 in Efek vaksinasi covid with no comments.

VIVA – Badan Pengawas Obat dan Makanan telah mengeluarkan izin edar darurat vaksin COVID-19 dari Sinovac. Dengan demikian, izin BPOM ini melengkapi fatwa halal yang telah dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia. Sinovac menjamin bahan baku yang digunakan bebas dari kandungan gelatin babi .

Vaksin Sinovac babi

Tripsin babi banyak disebut-sebut dalam kaitannya dengan produksi vaksin, khususnya vaksin AstraZeneca. Solopos,com, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia menyebut vaksin AstraZeneca buatan Inggris mengandung babi. Pernyataan itu kemudian dibalas pihak AstraZeneca dengan menyatakan vaksin mereka tidak mengandung babi. MUI bersikukuh vaksin AstraZeneca mengandung babi meski sudah dibantah oleh produsen. Saat ini program vaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin Sinovac sesuai dengan arahan dari pemerintah. Jika terdapat perubahan di kemudian hari, maka akan diinformasikan lebih lanjut.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah berupaya dalam memastikan kehalalan vaksin COVID-19 yang dipakai. Untuk mengetahui kehalalan dari vaksin COVID-19 dari Sinovac, Wiku mengatakan bahwa tim dari Majelis Ulama Indonesia beserta Badan Pengawas Obat dan Makanan juga Bio Farma melakukan pengecekan langsung produksi vaksin di China. Setelah disuntikkan ke dalam tubuh, virus yang sudah dimatikan itu akan memicu sel imunitas bernama Antigen-presenting cell . Sel tersebut kemudian merobek badan virus corona yang sudah mati dibantu dengan sel T sebagai pendeteksi fragmen virus. Jakarta (ANTARA/JACX) – Vaksin Sinovac, yang dikembangkan untuk menangkal COVID-19 akibat virus SARS-Cov-2, mengandung babi, demikian pesan yang beredar di berbagai media jejaring sosial. Dalam tahap engineering GMP , menurut Ahmad, enzim tripsin babi digunakan untuk membuat pakan bakteri.

Vaksin Sinovac juga disebut tidak halal karena berasal dari jaringan kera hijau Afrika. Artinya, dalam kondisi darurat umat Muslim boleh mengonsumsi hal-hal yang semula tidak dibolehkan oleh ajaran agama. “Kredibilitas dan kompetensi terkait kelembagaan, BPOM memiliki otoritas secara institusional untuk menegaskan hal itu , demikian IDI, ITAGI, dan hal-hal lain masalah vaksin,” Tambah Niam.

Terkait dengan hukum monyet, terjadi ikhtilaf diantara para fukaha, jumhur mengharamkannya sementara Sebagian kalangan Malikiyah tidak. Sedangkan serum darah juga terjadi perbedaan pendapat ulama karena serum darah itu seperti plasma darah. Serum dan/atau plasma darah meskipun berasal dari darah tetapi ia bukanlah darah. Serum dan/atau plasma darah adalah hal yang berbeda dengan darah meski ia dari darah. Analoginya seperti ban mobil adalah bukan mobil, meski ban mobil adalah bagian dari mobil tetapi keduanya berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *